Manfaat Kuliah di Australia

australian flag reducedBeberapa orang temanku yang melanjutkan studi ke luar negeri, memilih Australia sebagai destinasi pendidikan mereka. Aku heran kepada mereka, kenapa ga kuliah di Singapura, Jepang, Amerika, atau Inggris sekalian? Karena rasa penasaranku, akhirnya aku memberanikan diri untuk menanyakan alasan mereka mengenai keputusan mereka untuk kuliah di negara kangguru tersebut. Mereka pun dengan senang hati menjelaskan padaku bahwa Australia itu memiliki 8 dari 100 universitas top di dunia, 22.000 tempat kursus dan 1.100 institusi, serta memegang peringkat ke 9 ranking universitas di seluruh dunia di atas German, New Zealand, dan Jepang.

Selain itu, mereka juga memberitahu bahwa ada banyak manfaat yang bisa didapatkan jika kuliah di Australia:

Mendapatkan ilmu pengetahuan berkualitas

Berbagai fakultas dan jurusan tersedia di negara dengan ibukota Melbourne ini. Setiap fakultas dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan memadai sehingga mahasiswa/i bisa belajar dengan maksimal. Begitu juga halnya dengan para dosennya yang kebanyakan sudah menyandang gelar profesor. Mereka sangat ahli di bidangnya dan sudah memiliki belasan tahun pengalaman mengajar mahasiswa lokal dan internasional. Perlu diketahui bahwa ada banyak lulusan mahasiswa asal Australia yang sudah menerima Nobel, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada mereka yang melakukan penelitian luar biasa, menemukan teknologi atau peralatan baru, dan memberikan konstribusi luar biasa kepada masyarakat luas. Di samping itu, ada lebih 1 milyar orang diseluruh pelosok dunia yang mengandalkan penemuan dan inovasi dari orang-orang di Australia. Siapa tahu Anda bisa menjadi salah satu dari mereka.

Menghemat uang

Jika dibandingkan dengan Singapura atau Malaysia, memang jarak dari Indonesia ke Australia lebih jauh. Meskipun begitu, mahasiswa yang kuliah di sana masih bisa menghemat banyak uang karena ada banyak perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan paruh waktu kepada mahasiswa/i lokal dan internasional. Pemerintah Australia juga tidak segan-segan mengucurkan dana besar untuk mendukung perkembangan dan kemajuan pendidikan di negaranya. Salah satu bukti nyatanya adalah sumbangan sebesar 2 milyar dolar Australia per tahun untuk dana beasiswa yang dibagikan kepada mahasiswa yang layak menerimanya.

study-in-australia1

Memungkinkan untuk bekerja di seluruh penjuru dunia

Ijazah yang dikeluarkan oleh universitas-universitas di Australia sudah terakreditasi dan diakui di seluruh dunia. Ini artinya bahwa Anda masih memiliki kesempatan bersaing dengan mahasiswa dari Eropa, Amerika dan benua lainnya. Hal ini juga dapat membuat Anda untuk bekerja di seluruh negara di dunia. Bahkan jika mahasiswa internasional memilih untuk bekerja full time di sana setelah lulus nanti, mahasiswa tersebut bisa mendapatkan kemudahan dalam mengurus visa yang berlaku selama 4 tahun. Bahkan jika mereka memutuskan untuk memberi rumah, lalu kemudian menikah dan memiliki anak, pemerintah Australia akan memberikan dana sebagai bentuk apresiasi dan juga biaya pendidikan anak hingga anak berusia 16 tahun. Tentu untuk mendapatkan semua itu, ada proses panjang yang harus dilalui terlebih dahulu.

Setelah mengetahui informasi ini, aku pun menyadari bahwa Australia memang menjadi tujuan favorit pelajar tidak hanya dari Indonesia, tapi pelajar dari negara-negara lain di seluruh dunia.

Alasan-alasan Pelajar Indonesia Berkuliah di Luar Negeri

alasan kuliah di luar negeriSetiap manusia yang berakal, pasti memiliki tujuan hidup yang ingin dicapai, termasuk memiliki pendidikan yang lebih baik dengan bersekolah di luar negeri. Meskipun beberapa universitas di Indonesia masuk di dalam 100 daftar perguruan tinggi terbaik sedunia, namun tetap saja pamor universitas di luar negeri mampu mengalahkannya. Selain alasan kualitas pendidikan, masih ada beberapa alasan lainnya yang melatarbelakangi keputusan para pelajar Indonesia untuk kuliah di luar negeri di bawah ini:

Melatih kemandirian finansial

Tak dapat dipungkiri, seseorang akan terus bersifat manja karena selalu berada di zona nyaman. Ketika kehabisan uang  saat berkuliah di dalam negeri, maka dengan mudah akan minta kiriman orang tua. Namun, hal itu akan sulit sekali dilakukan di luar negeri. Para pelajar di sana akan terbiasa hidup sederhana dan mencari pekerjaan untuk menghasilkan uang tambahan. Untuk itu, jika ingin membentuk pribadi yang mandiri secara finansial, kuliahlah di luar negeri.

Memperlancar kemampuan berbahasa asing

Seseorang akan cenderung cepat mempelajari bahasa asing saat berada di lingkungan yang mendukung. Hal itu dikarenakan manusia memiliki kemampuan adaptasi yang cepat terhadap perubahan lingkungan, termasuk kemampuan bahasanya. Oleh karena itu, belajar di luar negeri menjadi pilihan yang tepat bagi pelajar yang masih gagu dalam berbahasa asing. Apalagi bila mereka memilih bertempat tinggal di home stay, suasana kekeluargaan akan sangat membantu memperlancar kemampuan berbahasa seseorang.


Memperbanyak teman dari berbagai negara

memperbanyak teman dari berbagai negaraAndrea Hirata di dalam bukunya yang berjudul “Cinta di dalam Gelas” menuliskan keberuntungannya memiliki teman seorang master catur termasyur yang bertemu dengannya saat kuliah di Paris. Dengan bermodalkan internet, tokoh Ikal di dalam cerita memanfaatkan kepandaian temannya untuk mengajarkan teknik permainan catur yang hebat padanya. Dengan cerita ini saja, bisa dirasakan betapa beruntungnya memiliki relasi dari berbagai negara.

Memiliki kesempatan berjalan-jalan ke luar negeri

Kuliah di luar negeri dapat membuka kesempatan pelajar Indonesia untuk melakukan travelling menyusuri kota. Saat liburan tiba, mereka memiliki waktu luang untuk sekedar mencerahkan mata dengan melihat pemandangan alam dan bangunan unik di sana. Bagi mahasiswa Indonesia yang memilih Eropa sebagai negara tujuan, mereka bisa berjalan-jalan menembus beberapa negara, seperti Belanda, Paris, Inggris, dan lain sebagainya karena letaknya yang berdekatan. Sungguh pengalaman yang fantastis, bukan?

Mencuri ilmu dari negara maju

Sebagai negera berkembang, Indonesia perlu melakukan perbaikan dari berbagai sektor, baik itu perekonomian, politik, pendidikan, hukum, pertanian, dan lain sebagainya. Bagi mahasiswa Indonesia yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, mereka akan berusaha ‘mencuri resep’ keberhasilan dari negara maju dengan berkuliah di sana. Tujuannya sangat mulia, yaitu ingin mengaplikasikannya di negeri tercinta, sama seperti mantan presiden B. J Habibie yang telah berkontribusi besar dengan menciptakan pesawat terbang pertama di Indonesia.

Manfaat dari tinggal di negeri orang ialah mereka dapat membentuk kepribadian supel dan pantang menyerah yang berguna sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan yang penuh rintangan. Saat sedang kuliah di luar negeri pun, mereka akan bertemu dengan rekan sebangsa penuh inpirasi yang tergabung dalam PPI (Persatuan Pelajar Indonesia). Semoga bermanfaat. :)

Yang Perlu Dipersiapkan sebelum Kuliah ke Luar Negeri

Kuliah ke Luar NegeriKeberangkatan ke luar negeri untuk mengenyam pendidikan di China, Singapura, Inggris, Australia, dan negara lainnya nyatanya makin meningkat saja. Selain untuk tujuan memperluas wawasan dengan kuliah di universitas yang menawarkan kurikulum internasional, terakreditasi dunia, dan fasilitas kelas dunia, merasakan multicultural community untuk memperluas jaringan pergulan juga menjadi impian pelajar Indonesia. Punya keinginan diiringi dengan kemampuan finansial orang tua yang baik, sah-sah saja untuk kuliah ke luar negeri. Hanya saja, perlu mempersiapkan hal-hal berikut:

Daftar universitas tujuan

Kalau di Indonesia saja ada total universitasnya ribuan, bagaimana dengan di luar negeri? Untuk itu, penting sebelumnya mendaftar universitas-universitas yang akan dituju. Dari daftar inilah kemudian bisa dengan mudah membandingkan mana universitas yang paling sesuai dan patut dipilih. Cari situs resminya dan bandingkan hal-hal berikut: fakultas yang ditawarkan, tahun pendirian, akreditasi, para lulusannya, lokasi universitas, tenaga pengajar, sarana & prasarana, sampai dengan biaya per tahunnya. Pilih yang dirasa paling memenuhi kebutuhan & keinginan. Lebih baik teliti sebelumnya daripada menyesal akhirnya.

Sertifikat TOEFL/IELTS

Pelajar Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri haruslah punya kemampuan bahasa Inggris yang dan juga menyertakan sertifkat TOEFL/IELTS. Tidak lain agar pelajar Indonesia tidak begitu kesulitan beradaptasi dengan lingkungan yang sejatinya menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi. Hanya saja, sertifikat TOEFL/IELTS yang disyaratkan memiliki nilai yang oke. Universitas luar negeri biasanya mensyaratkan 6.5 untuk nilai IELTS atau setara TOEFL IBT 92 atau 7.0 untuk IELTS atau setara dengan nilai TOEFL IBT 100. Bisakah mencapai nilai tersebut? Intinya, harus persiapkan diri dengan banyak membaca, mendengar, menulis, dan berkomunikasi bahasa Inggris sebelumnya agar hasilnya memuaskan.

Visa

Untuk bisa memasuki suatu negara dan menjadi pelajarnya, dituntut membuat Visa terlebih dahulu. Visa ini biasanya punya jangka waktu. Manakala jangka waktunya telah habis, bisa diperpanjang atas persetujuan Dirjen Imigrasi. Bagaimana cara membuat Visa pelajar? Untuk pertama kalinya, siapkan dokumen sebagai syarat pengajuan Visa di antaranya fotokopi KTP, akta kelahiran, pas foto terbaru, bukti telah diterima di salah satu universitas negara bersangkutan, bukti jaminan keuangan, dan lain sebagainya. Selanjutnya isi formulir dengan data sebenarnya dab berikan bersama dokumen yang diperlukan ke kedutaan negara tujuan kuliah.

Biaya pendidikan

Biaya pendidikan menjadi aspek penting dan patut dipersiapkan. Setidaknya, sudah ada persiapan biaya pendidikan untuk 1 tahun. Selebihnya bisa dicari sendiri di negara tujuan kuliah dengan mencari pekerjaan paruh waktu. Universitas di luar negeri akan sangat welcome dengan pelajar internasional seperti Indonesia yang bekerja sembari kuliah. Tidak lain agar bisa mencari tambahan biaya pendidikan. Lebih dari itu, gaji yang didapatkan pun diharapkan dapat membantu biaya hidup di sana yang sejatinya relatif mahal dibanding di Indonesia. Pelayan restoran, penjaga toko buku, bartender, penyaki kafe, atau penulis lepas, menjadi pekerjaan yang bisa dipilih saat kuliah di luar negeri.

Mempersiapkan kondisi fisik juga penting dilakukan mengingat ada 4 musim yang ada di luar negeri. Oleh karenanya, rutin berolahraga sedini mungkin agar tubuh bugar dan tidak rentan terhadap serangan penyakit. Tak lupa melakukan suntik vaksin untuk mencegah meningitis yang dicirikan dengan kondisi seirus seperti kerusakan otak, kemampuan belajar berkurang, pendengaran hilang, bahkan hingga memicu kematian.

Pro Kontra Kuliah di Luar Negeri

kuliah pro kontra

Kuliah di luar negeri memang menjadi pro kontra setiap orang. Ada yang berangapa kuliah di luar negeri membutuhkan biaya mahal, budaya yang berbeda, mudah untuk mendapatkan pekerjaan, mendapatkan banyak teman dan pengalaman baru. Hal ini bisa saja terjadi karena setiap orang memiliki sudat pandang yang berbeda mengenai kuliah di luar negeri. Sudut pandang yang dimiliki inilah yang akhirnya adanya pro dan kontra. Masalah pro dan kontra ini sesungguhnya tinggal bagaimana cara setiap individu menilainya. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi pro kontra kuliah di luar negeri, berikut penjelasannya:

Kontra:

Biaya terlalu mahal

Sebagian orang berpendapat bahwa sekolah di luar negeri membutuhkan biaya terlalu mahal. Hal ini wajar saja karena untuk mencapai kesuksesan itu membutuhkan biaya. Biaya hidup di luar negeri tentunya sangat berbeda jauh dengan negara asal. Untuk kuliah di luar negeri tentunya Anda harus menyiapkan tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, ongkos, dan lain sebagainya. Biaya-biaya tersebut tentunya sangat mahal dibandingkan di Indonesia. Besarnya biaya yang dibutuhkan untuk sekolah di luar negeri inilah yang akhirnya menjadi kontra. Jika Anda ingin ringan mengenai biaya kuliah di luar negeri, Anda bisa mengikuti beasiswa pendidikan di luar negeri.

Budaya yang berbeda

Budaya yang berada di luar negeri sangat berbeda dengan negara asal. Perbedaan budaya ini menjadikan kontra seseorang yang berkeinginan kuliah di luar negeri. Baik itu dari segi bahasa, pakaian, makanan, dan lain sebagainya. Budaya yang berbeda, membuat orang merasa takut ketika berada di luar negeri karena tidak tahu harus bagaimana beradaptasi dilingkungan baru yang belum pernah di coba. Budaya di luar negeri ada yang baik dan buruk, tapi untuk Anda yang tidak ingin salah dalam pergaulan sebaiknya berhati-hati memilih teman.

Pro:

Lulusan luar negeri akan mudah mencari pekerjaan

Banyak juga orang yang memberikan respon baik mengenai kuliah di luar negeri. Ada yang beranggapan lulusan luar negeri akan mudah mencari pekerjaan. Dengan bekal ijazah yang di dapat dari luar negeri mereka akan mudah untuk mendapatkan pekerjaan ketika mereka pulang kedaerah asalnya. Ini sebenarnya tergantung pada diri Anda ketika Anda disana belajar dengan sungguh-sungguh dan mendapatkan hasil yang baik dan bisa menerapkan ilmu yang di dapat, maka mudah bagi Anda untuk mencari pekerjaan. Jadi, saat Anda kuliah di luar negeri dan ingin mendapatkan pekerjaan dengan mudah intinya Anda harus belajar dengan tekun.

Banyak teman baru dan pengalaman baru

Ada juga yang berpikir bahwa sekolah di luar negeri sangan enak karena akan mendapatkan banyak teman baru dan pengalaman baru. Kuliah di luar negeri, akan membuat orang memiliki teman dari berbagai negara yang memiliki pengalaman berbeda-beda. Dengan kuliah di luar negeri, tentunya Anda akan mendapatkan teman baru yang kemungkinan besar belum pernah di kenal sama sekali. Banyaknya teman baru akan membuat pengalaman baru Anda bertambah karena sitiap individu memiliki cerita dan kisah yang berbeda.

Jadi, kuliah di luar negeri itu tidak selamanya membuat Anda merasa enak dan nyaman karena Anda harus tinggal di negara orang. Mungkin sebagian orang membayangkan hidup dan menuntut imu di luar negeri itu enak. Namun, kenyataanya tidak seperti bayangan orang-orang karena ini tergantung bagaiman cara menilainya. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk kuliah di luar negeri, sebaiknya untuk memikirkan dengan baik-baik sebelumnya.

Apa yang Membuat Siswa Menjadi Pasif?

lupaProses kegiatan belajar mengajar yang baik adalah adanya timbal balik antara guru dan siswa (respon). Hubungan timbal balik itu sendiri akan memicu semangat belajar mengajar secara aktif.Misal, dosen menjelaskan materi yang dibahas, setelah itu siswa dapat mengajukan pertanyaan ketika guru memberikan kesempatan untuk bertanya. Selain itu, ketika guru bertanya mengulangi materi yang dijelaskan siswa mampu menjawab dengan benar. Tentu, suasana semacam ini dapat membangun siswa lebih aktif dalam belajar.

Namun, kebanyakan yang sering kali ditemui dalam proses pembelajaran adalah siswa hanya menerima materi yang disampaikan oleh guru (pasif), tanpa adanya keinginan untuk bertanya mengenai materi yang diberikan. Dalam hal ini, ada kemungkin hal-hal yang dapat menyebabkan siswa menjadi pasif seperti di atas. Apa itu? Temukan jawabannya di bawah ini:

Karakter siswa yang pesimis

Salah satu hal yang menyebabkan siswa menjadi pasif adalah karakter siswa yang pesimis, yakni merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh guru. Karakter yang demikian umumnya sudah mendarah daging bagi kebanyakan siswa sehingga tak heran bila siswa bersifat pasif dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, kepesimisan siswa juga sering dikarenakan tidak percaya diri akan pertanyaan atapun jawaban yang akan dilontarkan sehingga membuatnya lebih memilih untuk memendam daripada mengutarakan. Hal ini memang terlihat sepele, tapi bisa berakibat buruk di mana bakat yang dimiliki para siswa tidak dapat dikembangkan dengan baik dan maksimal.

Karakter guru yang emosional

Setiap guru juga memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada kalanya guru memiliki sikap lemah lembut ada juga yang emosional. Hal ini sangat berkaitan sekali dengan proses belajar mengajar, di mana para siswa sangat pasif terhadap guru yang emosional. Bahkan mereka lebih memilih diam dan mendengarkan ketimbangkan harus memberikan respon, misalnya bertanya ketika guru memberikan waktu untuk bertanya dan menjawab ketika guru memberikan pertanyaan (takut salah). Tak heran bila saat mata pelajaran guru yang emosional membuat minat siswa menciut dalam mengajukan suatu pendapat.

Namun pada dasarnya, guru yang bersikap emosional khususnya dalam mengajar kebanyakan hanya cara yang digunakan terlihat lebih serius. Sementara pada saat berada di luar sekolah biasanya kelembutan dan keramahan tetap melekat. Oleh sebab itu, jika Anda menemukan guru yang memiliki sikap emosional dalam belajar, tidak ada salahnya tetap menyapanya bila bertemu di jalan supaya jiwa Anda terlatih untuk mengilangkan rasa takut dan dapat mengenal karakter guru tersebut lebih dalam. Bukan tidak mungkin guru yang memiliki karakter emosional saat belajar karena ingin menunjukkan keprofesionalannya dalam KBM.

Metode mengajar kurang menarik

Hal yang kerap kali membuat siswa juga tidak memiliki sikap aktif dalam kegiatan proses belajar mengajarnya adalah metode ataupun sistem mengajar yang kurang menarik.Misalnya, guru hanya menjelaskan dengan dengan cara duduk di atas kursi. Selain itu cara yang dilakukan juga tidak begitu profesional karena hanya sekedar membaca materi dalam sekali lewat. Metode pembelajaran yang seperti ini kemungkinan besar bisa membuat siswa mengantuk dan juga sibuk sendiri berbincang-bincang bersama temannya atau malah main smartphone. Perlu diketahui, siswa yang berkualitas juga diciptakan dari guru yang profesional, jadi bukan tidak mungkin bila siswa pasif di kelas karena dipicu oleh sistem belajar yang kurang memuaskan.

Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa siswa pasif bukan hanya berasal dari kepribadian mereka sendiri, melainkan juga disebabkan oleh karakter guru yang tidak mendukung sehingga mengucilkan minat siswa untuk merespon dan sistem belajar mengajar yang kurang memuaskan.

 

Mengurangi Pengeluaran saat Kuliah di Universitas Deakin

INTICOLLEGEApakah Anda tertarik untuk kuliah di Universitas Deakin? Jika iya, tapi Anda kesulitan dalam hal pendanaan, ada solusi untuk Anda, yaitu hemat kuliah di Deakin University lewat Inti College. Inti College menyediakan program pathway yang memungkinkan Anda untuk tidak kuliah selama 3 tahun (untuk S1) di Australia. Artinya Anda bisa kuliah di Indonesia terlebih dahulu (di kamus Inti) dan kemudian melanjutkan kuliah di Deakin University.

Perlu Anda ketahui bahwa aku dulu juga mengambil program ini ketika kuliah universitas tersebut. Menurutku program ini adalah adalah solusi pintar untuk mahasiswa yang ingin menghemat pengeluaran. Jika Anda tertarik untuk mengikuti program ini, segera kunjungi situs resmi INTI College atau kunjungi langsung kampus ini. Nah, selain mengikuti program ini, Anda juga masih bisa mengurangi pengeluaran saat kuliah di kampus ini. Mau tahu caranya?

Raih beasiswa

Deakin University menyediakan banyak sekali beasiswa untuk semua mahasiswa lokal dan internasional yang berprestasi setiap tahun. Beasiswa ini bisa Anda raih dengan kerja keras dan penuh semangat tentunya. Jika Anda berhasil mendapatkan beasiswa, Anda bisa saja membayar biaya pendidikan Anda selama Anda di sana. Perlu diketahui bahwa beasiswa yang diberikan senilai puluhan juta rupiah. Oleh sebab itu, ada banyak mahasiswa yang ingin meraih beasiswa.

Adapun tips untuk mendapatkan beasiswa adalah melengkapi semua persyaratan dan mengikuti prosedur yang ada. Kemudian ikuti serangkaian tesnya dengan baik dan benar. Pastikan bahwa Anda cukup mahir berbahasa Inggris karena saat Anda tes tertulis dan wawancara, Anda diharuskan untuk menggunakan bahasa Inggris.

beasiswa b

Aku sendiri pernah mengikuti program beasiswa di Universitas Deakin. Sayangnya aku gagal mendapatkannya karena aku gagal saat tes wawancara. Aku benar-benar menyesal karena kemampuan berbicara bahasa Inggrisku masih belum begitu baik. Di samping itu, aku juga tidak begitu banyak memiliki referensi sehingga kesempatanku untuk mendapatkan beasiswa terbilang kecil.

Meminjam buku

Di sana, ada perpustakaan yang dilengkapi dengan ribuan buku yang bisa Anda gunakan sebagai referensi untuk tugas-tugas Anda. Di samping itu, ada juga himpunan mahasiswa asal Indonesia yang siap membantu Anda. Ya, Anda bisa meminjam buku di perpustakaan atau kakak kelas untuk menghemat pengeluaran. Jika Anda memilih untuk membeli buku, mau tidak mau Anda harus memotong uang saku Anda setiap hari. Jika ada cara berhemat yang bisa digunakan, kenapa tidak?

Cara selanjutnya adalah membuat makanan sendiri. Tak dapat dipungkiri bahwa makanan di restoran memang rasanya mantap. Namun, Anda harus merogoh kocek dalam jika ingin makan di sana. Sesekali makan di restoran tidak masalah selama Anda memang benar-benar mampu membayar tagihannya. Namun, jika tidak mampu, sebaiknya buat makanan sendiri, terutama jika Anda cukup ahli dalam hal memasak makanan. Bagaimana jika Anda tidak mudah masak? Tidak usah khawatir karena Anda tinggal akses internet dan lihat bagaimana cara memasak berbagai menu makanan sederhana, seperti nasi goreng spesial. Jangan takut untuk mencoba karena siapa tahu Anda nantinya pandai memasak. Selamat berhemat dan semoga sukses.

Some Common Challenges in Applying for a Bachelor’s Scholarship

undergradute scholarshipDo you want to get an undergraduate scholarship? Whether it is for local or foreign university, you need to put much effort to be one of the candidates. In fact, there are a lot of competitors out there you have to face. Further, the providers requires a set of selection tests that applicants must pass in order to get the scholarship.

In this case, we are specifically going to talk about the most common challenges or difficulties that are likely faced by those who struggle for a scholarship. Don’t worry! The list is supported by tips or solutions to overcome it. Read on!

Finding no scholarship for the destined university/major

“There’s a scholarship program I know, but it doesn’t offer to my dream campus”, “I want to join the Faculty of Art in X University, but there’s no scholarship for it”. “This university has a scholarship program only for particular study programs. Too sad I am not interested in them”. Yes, that’s a challenge because in one side, you want to get the scholarship. On the other side, you need to choose a major or course that suits your interest and skill.

Well, you shouldn’t focus on only one scholarship program. Actually there are a lot of chances you probably don’t know. Not every scholarship opportunity is announced publicly, so you must be active in finding information.

Passing administration test

The sad thing is administration test seems so trivia. Some people think that it’s just enough by filling out the application form, collecting documents, and submitting them. If you are not careful, there’s a chance of disqualification. Missing one document and submitting invalid data are two common reasons of disqualification.

Therefore, you need to double check all documents required before you submit them. Make sure you include certificates or proofs of achievement to be your value-added that committee will take into consideration.

Answering interview test

Interview test is the final phase of scholarship admission which means that it is the stage of determining who will be the real of candidates. You have to prepare well before scholarship interview test.

Prepare the answers for possible questions given at the test later, such as your motivation, achievement, hobbies and interest, and why you’re worth it. Apart from that, you need to practice to make impression and pay attention to your appearance as well.

Taking the test (academic/written test) is also a big challenge for you to get a scholarship. Despite all the challenges and difficulties you deal with in the process of applying for a scholarship, don’t give up! Just do the best you can. If you are eventually not listed in the announcement, try next time or find another opportunity. Good luck, everybody!